Information and Communication Technologies (ICT), merupakan terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. ICT mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi, namun kita hanya membahas tentang teknologi komunikasi, karena hal ini berkaitan dengan topik yang kita bahas (Online vs. Face-to-Face Deliberation: Effects on Civic Engagement). Teknologi Komunikasi sendiri adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah ICT muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 ICT masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

Begitu juga dengan saat kita melakukan musyawarah, secara tidak langsung sudah tersentuh oleh Teknologi Komunikasi. Beberapa dekade yang lalu, musyawarah harus dilakukan dengan tatap muka, dan cara ini dianggap yang paling efektif, namun seiring perkembangan ICT, maka muncullah suatu metode musyawarah yang baru, yakni Musyawarah melalui online, dalam hal ini, pengguna atau user tidak perlu harus tatap muka, dan pengguna bisa dimana saja melakukan musyawarah bersama rekan – rekannya, baik itu rekan kerja, rekan organisasi dan sebagainya. Namun jika berbicara keefektifan musyawarah dijaman yang serba ICT, maka keefektifan musyawarah tatap muka harus dipikir dan dipertimbangkan ulang lagi, karena munculnya musywarah online jelas menggoyahkan keefektifan musyawarah tatap muka. Maka dari itu, salah satu universitas Komunikasi terkemuka, yakni Ohio State University melakukan riset tentang keefektifan musyawarah secara online dan secara tatap muka.

Dari kesimpulan dan hasil riset tersebut, didapat kesimpulan bahwa kedua metode musyawarah sama – sama memiliki keefektifan, namun seiring perkembangan ICT, maka untuk jaman ini, keefektifan musyawarah secara online lebih mendominasi, ini diakibatkan oleh masyarakat yang sudah tidak asing dengan teknologi yang berkembang sekarang ini. Namun dari kesimpulan penelitian ini mengatakan jika seorang user tidak dibekali dengan pengetahuan akan ICT, maka musyawarah online tidak berlangsung efektif, karena adanya keterbatasan kemampuan dalam menggunakan teknologi yang ada.

Dari hasil penelitian tersebut, saya dapat merespon bahwa untuk saat ini, musyawarah secara online paling efektif, karena hampir sebagian besar masyarakat dunia sudah dibekali dengan kemampuan ICT yang baik, maka tidak salahnya bahwa musyawarah secara online adalah yang paling efektif, selain akan keefektifannya, musyawarah secara online memiliki keefisienannya, ini bisa kita lihat saat seseorang dengan berbagai kesibukannya, sehingga tidak bisa hadir dalam musyawarah maupun rapat secara tatap muka, maka dengan begitu, orang ini dapat mengikuti rapat secara online, ini salah satu kelebihan dari musyawarah online, ini berarti musyawarah online telah dapat menebus ruang dan waktu. Selain itu, keunggulan dari musyawarah online adalah musyawarah ini tidak harus dilakukan disebuah perangkat komputer, namun bisa dilakukan melalui telepon genggam, karena sekarang ini, hampir semua telepon genggam, telah dilengkapi dengan fitur – fitur canggih, salah satunya fitur “chatting”. Dengan berbagai keunggulan yang ada pada musyawarah online tidak menutupi bahwa musyawarah online tidak memiliki kelemahan, justru kelemahan ini membuat musyawarah online menjadi tidak efektif. Salah satu kelemahannya adalah ketika masyarakat yang tinggal di pedesaan yang sangat jarang bahkan tidak pernah disentuh oleh perkembangan ICT akan kesulitan menggunakan musyawarah secara online, disinilah yang membuat musyawarah online menjadi tidak efektif dan “mati”. Selain itu, kelemahan dari musyawarah online sendiri adalah jika adanya gangguan jaringan, seperti gangguan jaringan internet dan lain – lainnya, maka ini membuat musyawarah online menjadi tidak efektif juga.

selain beberapa respon saya tentang kelebihan dan kelemahan musyawarah online, saya juga ini memberi respon saya tentang kelebihan dan kelemahan musyawarah tatap muka, kelebihan dari musyawarah tatap muka adalah seorang komunikator atau speaker dapat secara langsung melihat dan mendengar respon atau feedback pesan non-verbal dari komunikannya. Selain itu kelebihan musyawarah tatap muka dapat dilakukan tanpa dipengaruhi oleh ICT, dari dua kelebihan yang saya paparkan adalah yang paling mendukung keefektifan musyawarah tatap muka. Musyawarah tatap muka juga memiliki kelemahan, yakni seperti kelebihan dari musyawarah online, yakni ketidak seseorang sibuk, maka orang itu tidak dapat hadir dalam rapat atau musyawarah tersebut, dari sini kita dapat melihat bahwa, kelemahan diantara salah satu metode musyawarah dapat ditutupi oleh kelebihan metode musyawarah lainnya, inilah yang membuat kesimpulan dan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh School of Communication Ohio State University yang menyatakan bahwa Penelitian perbandingan musyawarah online dan musyawarah tatap muka harus berusaha untuk menetapkan kemiripan maksimum untuk pengaturan eksperimental dari dua kelompok tersebut. hal ini juga akan membantu untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara musyawarah online dan musyawarah tatap muka. Selain itu juga, kita dapat membandingkan sifat musyawarah online dan musyawarah tatap muka yang sedikit disentuh dalam penelitian ini yang kelak akan menjadi agenda penelitian yang menarik.

Pendapat saya terakhir adalah, seiring perkembangan ICT, maka musyawarah online dapat dikembangkan lagi untuk kebutuhan orang banyak, terutama yang sangat sibuk dengan aktivitasnya dan kerjaanya sehari – hari, sehingga ini sangat membantu sekali dikemudian hari.

thesis link: http://jcmc.indiana.edu/vol12/issue4/min.html