Latest Entries »

Bentuk awal telekomunikasi berskala nasional adalah telegrap. Teknologi berbasis kabel (wire-based technology) ini menyediakan pondasi bagi perkembangan jejaring telepon, yang pada gilirannya menjangkau bagian yang lebih luas dari permukaan Bumi. Dengan penggunaan teknologi kabel lintas-lautan (transoceanic cables), berbagai wilayah yang terpisah oleh laut menjadi terhubungkan menjelang akhir 1900.

Meningkatnya permintaan dari sektor bisnis akan sarana untuk mengontrol informasi, khususnya yang terkait dengan kegiatan produksi dan distribusi, menjadi pemacu utama pengembangan aplikasi dari telematika (telematics). Di awal perkembangannya (seabad yang lalu), aplikasi-aplikasi ini didorong oleh kebutuhan-kebutuhan di sektor bisnis, seperti computer-aided design (CAD), remote sensing devices, management information systems, dan data bases. Tetapi baru pada era 1960-an teknologi komputer dan teknologi elektronik melebur dengan teknologi broadcasting dan telekomunikasi berbasis kabel.

Permintaan militer juga memacu terjadinya inovasi, khususnya dalam wireless technologies, selama masa Perang Dunia Ke II. Penggunaan dalam militer dikenal dengan teknologi C4I: command, control, communications, computing, dan intelligence. Bahkan telematika, digabungkan dengan sistem dan perangkat lunak, telah dikonsepsikan sebagai “senjata” baru di abad ke-21 ini.

Inovasi yang berlangsung secara masif berlangsung dalam 25 tahun terakhir, sejak 1970-an, di mana kabel tembaga mulai diganti dengan kabel serat optik, satelit dan teknologi nir-kabel lainnya, seperti microwave dan seluler. Pada periode yang sama, teknologi komputer berevolusi dari sebatas wordprocessing dan accounting menjangkau image dan graphic processing, yang membutuhkan penyimpanan dan pengolahan data dalam kapasitas yang sangat besar. Dan secara fisis komputer berevolusi dari berukuran sebesar sebuah ruang tamu sampai menjadi perangkat yang portabel dan personal. Kemampuan yang sangat tinggi untuk mengirim dan menerima data dan citra, selain suara, meleburkan kedua jenis teknologi tersebut menjadi yang kini lazim disebut information and communication technology (ICT), atau teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Internet dan World Wide Web (WWW) menjadi wujud utama peleburan kedua jenis teknologi. Dan industri TIK hari ini merupakan kombinasi dari sekurang-kurangnya empat jenis industri: industri komputer, industri komunikasi, industri perangkat lunak, dan industri hiburan.

Fast Ethernet dan Giga Ethernet

Ethernet adalah jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972. Asal Ethernet bermula dari sebuah pengembangan WAN di University of Hawaii pada akhir tahun 1960 yang dikenal dengan naman “ALOHA”. Universitas tersebut memiliki daerah geografis kampus yang luas dan berkeinginan untuk menghubungkan komputer-komputer yang tersebar di kampus tersebut menjadi sebuah jaringan komputer kampus.

Jaringan Ethernet menggunakan kabel twisted-pair, coaxial atau fiber-optic sebagai media transmisinya. Kapasitas maksimum transmisi Ethernet adalah 10 Mbps (10 megabit per detik = 10 juta bit per detik), tidak terlalu cepat untuk standar masa kini. Namun untuk jaringan kecil dan menengah protokol Ethernet cukup layak digunakan.

Jenis lainnya yaitu Fast Ethernet bisa mengirim data dengan kecepatan 100 Mbps dan Gigabit Ethernet bahkan bisa 1000 Mbps (1000 megabit per detik = 1 triliun bit per detik).

LAN

Jaringan wilayah lokal atau LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil, seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.

Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  • Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
  • Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
  • Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi

Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.

Radio dan Frekuensinya.

Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dimodulasi (dinaikkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF) dalam suatu spektrum elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.

Gelombang elektromagnetik lainnya, yang memiliki frekuensi di atas gelombang radio meliputi sinar gamma, sinar-X, inframerah, ultraviolet, dan cahaya terlihat.

Ketika gelombang radio dipancarkan melalui kabel, osilasi dari medan listrik dan magnetik tersebut dinyatakan dalam bentuk arus bolak-balik dan voltase di dalam kabel. Hal ini kemudian dapat diubah menjadi signal audio atau lainnya yang membawa informasi.

Gelombang radio merambat pada frekuensi 100,000 Hz sampai 100,000,000,000 Hz, sementara gelombang audio merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20,000 Hz. Pada siaran radio, gelombang audio tidak ditransmisikan langsung melainkan ditumpangkan pada gelombang radio yang akan merambat melalui ruang angkasa. Ada dua metode transmisi gelombang audio, yaitu melalui modulasi amplitudo (AM) dan modulasi frekuensi (FM).

Meskipun kata ‘radio’ digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan alat penerima gelombang suara, namun transmisi gelombangnya dipakai sebagai dasar gelombang pada televisi, radio, radar, dan telepon genggam pada umumnya.

Wireless Local Area Network

WLAN adalah suatu jaringan area lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya, yakni link terakhir yang digunakan adalah dalam bentuk nirkabel, untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. wilayah dapat berjarak dari ruangan tunggal ke seluruh kampus. Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan kabel, dengan satu atau lebih titik akses jaringan menyambungkan pengguna nirkabel ke jaringan berkabel lainnya.

WLAN adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz atau 5 GHz Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA.

Kesimpulan

Dalam pembahasan ini, kita mulai melihat bagaimana pembangunan dasar dari sebuah jaringan yang dapat diterapkan untuk kebutuhan manusia maupun bisnis. Secara intensif, ide dilahirkan dengan karakteristik yang unik dan dapat menutup beberapa kelemahan telekomunikasi terdahulunya. Perbedaan Faktor teknis Jaringan Wide Area dengan protokol   yang memiliki atribut yang unik juga dibahas disini. Saya telah mendapat pelajaran akan tentang jaringan virtual pribadi yang mengurangi biaya dan menjamin privasi melalui Internet melalui penggunaan. Kemudian juga adanya Evolusi Ethernet sampai dengan 10 Mbps sampai 1 Gbps berdampak pada pengguna jaringan ini. Berbagai bentuk VLAN (port-based, MAC-based, protokol-based) dan bagaimana mereka dapat membantu perusahaan menjaga karyawan dalam pengelompokan yang logis melewati VLAN. VLAN memberikan para pekerja telekomunikasi menempatkan diri mereka pada lokasi yang logis dan yang tepat sehingga mereka dapat dengan mudah berkomunikasi dengan yang lainnya melalui jaringan.

Dalam pembahasan ini, kita telah mengetahui beberapa bisnis kebutuhan dalam perangkat Radio nirkabel, LAN nirkabel yang lebih spesifik. Kemampuan untuk memindahkan data dengan cepat dan efektif, serta untuk beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah dari dunia usaha.

Iklan


Akhir jaman siaran televisi analog sudah dekat. Saat tengah malam di Amerika Serikat, yakni pada tanggal 17 Februari 2009 akan menandai akhir dari transmisi analog oleh stasiun televisi yang penuh kekuasaan dan berakhirnya 12 tahun sejak setahun setelah televisi (DTV) digital masa transisi didefinisikan oleh Kongres dan Komunikasi Federal Commission (FCC) (Defisit Pengurangan Act, 2005). Lebih dari 1.700 kekuatan penuh-stasiun televisi AS akan mematikan pemancar analog mereka malam itu dan disiarkan hanya di DTV. tahapan transisi ke DTV di Amerika Serikat bergantung pada pemirsa yang menyadari adanya implikasi bagi rumah tangga yang tidak berlangganan ke salah satu layanan tv kabel atau satelit. Pemirsa dengan layanan televisi over-the-air akan perlu membeli kotak konverter digital-ke-analog untuk terus menonton televisi setelah analog menutup-off.

Rincian program konversi DTV di Amerika Serikat berlanjung hingga Jepang dan Eropa pun ikut mengalami tantangan transisi yang sama seperti Amerika Serikat, meskipun penyiaran Eropa telah memilih untuk memfokuskan upaya migrasi digital mereka di televisi definisi standar (SDTV) dan bukan definisi tinggi televisi (HDTV).

Ini konversi global yang mahal dari teknologi analog ke televisi digital dan yang paling signifikan perubahan dalam standar siaran televisi sejak gambar berwarna yang ditambahkan pada tahun 1960. Setiap Televisi digital menggabungkan gambar dengan resolusi lebih tinggi dan kualitas yang baik dengan audio multichannel yang ditingkatkan, serta kemampuan untuk berintegrasi yang mulus

Internet menjadi “televisi” pemrograman yang menjadi pajangan sistem ini. Transisi ke televisi digital akan memfasilitasi penggabungan teknologi komputasi dengan televisi dengan cara yang akan mengubah konsep tradisional penyiaran. Sebuah tanda piket dilakukan oleh anggota dari Writers Guild of America dalam serangan mereka terhadap Hollywood studio pada musim semi 2008 menyimpulkan tren ini, “Revolusi tidak akan disiarkan televisi, akan download “(Dovarganes, 2008).

Satu atribut kunci dari teknologi digital adalah “skalabilitas” kemampuan untuk menghasilkan audio / kualitas visual yang baik (Atau buruk) sebagai keinginan pemirsa (atau akan mentolerir). Ini tidak mengacu pada kualitas isi program; faktor yang masih akan tergantung pada kemampuan kreatif penulis dan produser. Dalam keterbatasan transmisi yang disedia oleh bandwidth, televisi digital justru memfasilitasi tugas dinamika suara dan gambar dalam sebuah penyatuan yang ditransmisikan kedalam satu saluran. Produksi dua digital umum / pilihan transmisi adalah:

  • HDTV (televisi definisi tinggi).
  • SDTV (televisi standar-definition).

televisi definisi tinggi merupakan gambar tertinggi dan kualitas suara yang dapat ditularkan melalui udara. Hal ini didefinisikan oleh FCC di Amerika Serikat sebagai sistem yang memberikan kualitas gambar yang mendekati film 35mm film, memiliki resolusi gambar sekitar dua kali (1.080 i atau 720p) yang analog televisi, dan memiliki aspek rasio gambar 16:9 (FCC, 1990) (lihat Tabel 6.1). Pada aspek rasio 1.78:1 (16 dibagi dengan 9), layar televisi lebih luas dalam kaitannya dengan tingginya daripada 1.33:1 (empat dibagi tiga) dari NTSC. Gambar 6.1 membandingkan rasio aspek 16:9 HDTV yang sama dengan catatan layar 4:03 NTSC-bahwa lebih luas layar HDTV menampilkan lebih erat cocok dengan sebuah film dari televisi konvensional layar. Komputer menampilkan juga memperluas aspek rasio mereka dengan cara yang sama untuk mengakomodasi widescreen konten contoh lain dari penggabungan antara televisi dan komputasi.

jenis Tampilan. Konsumen memiliki banyak pilihan teknologi yang tersedia untuk menampilkan televisi digital. The Consumer Electronics Association (2008) menyatakan bahwa 27,1 juta DTV unit dari semua jenis terjual pada tahun 2007. Dari ini, model LCD adalah teknologi layar yang paling populer dengan penjualan sebesar 16,7 juta set. Ini lebih dari empat kali jumlah plasma dijual set (3,5 juta). Model proyeksi Belakang setara 1,9 juta set, dan 1,1 juta rumah sistem proyeksi depan theater dijual (CEA, 2008). LCD dan plasma display panel datar jauh outsold teknologi lainnya.

  • Direct-view CRT – adalah setingan fitur pada tabung sinar katoda tradisional (CRT) yang telah menjadi Tampilan standar teknologi sejak penemuan televisi. Sebagai dimensi layar lahir dari kehadiran HDTV, CRT menjadi sangat berat karena volume kaca dalam tabung juga meningkat. Setingan ini menghilang dari outlet ritel sebagai fokus produsen pada flat-panel dan proyeksi teknologi.
  • Liquid crystal display (LCD) model – LCD bekerja dengan cepat beralih kristal dan warna mati. LCD teknologi baru ini telah menghilangkan masalah yang mereka hadapi pada awalnya dan mereka sudah dapat melihat dari sudut yang lebih luas. Layar LCD yang menggunakan listrik lebih sedikit dari pemakaian listrik oleh plasma yang ketika dioperasikan dengan ukuran layar yang sama. Kebanyakan laptop dan layar datar komputer juga menggunakan teknologi LCD, contoh lain dari penggabungan televisi dan komputer teknologi dengan DTV.
  • Plasma – Yakni sekumpulan gas yang digunakan dalam perangkat ini sebagai media di mana elemen warna kecil yang dimatikan dan berada dalam milidetik. Dibandingkan dengan layar LCD pada awalnya, setingan plasma ditawarkan lebih luas dalam melihat sudut, baik kualitas warna dan kecerahan, serta ukuran layar yang lebih besar, namun keuntungan-keuntungan telah berkurang selama lima tahun terakhir. Tingginya permintaan kekuatan display plasma, terutama untuk mengatur ukuran terbesar, merupakan faktor bagi konsumen untuk dipertimbangkan.
  • cahaya digital processing (DLP) proyektor – Dikembangkan oleh Texas Instruments, memanfaatkan teknologi DLP ratusan ribu kecil mikro-cermin yang terpasang pada sebuah chip satu-inci yang dapat proyek sangat terang dan gambar warna yang tajam. Teknologi ini digunakan dalam sistem tiga-chip untuk proyek digital versi “film” dalam film bioskop. Untuk di bawah $ 3.000, konsumen dapat membuat rumah digital teater dengan proyektor DLP, layar film, dan multichannel surround-sound system.
  • Dioda cahaya Organik (OLED) – oleh The Sony Corporation ditampilkan pertama kali dengan kualitas yang cerah dan tajam pada “OLED” televisi di Consumer Electronics Show 2008 dengan kedalaman tampilan 3mm tentang ketebalan tiga kartu kredit. Menampilkan OLED berukuran kecil dan relatif mahal (11 – inci model biaya $ 1.700), tetapi mereka menggambarkan bagaimana tipis pajangan ini yang dapat dibuat dan memiliki daya yang sangat tajam, yakni 1.080 layar pixel.

Difusi teknologi DTV global akan berkembang selama dekade pertama abad ke-21. Dipimpin oleh Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Uni Eropa, televisi digital secara bertahap akan menggantikan analog transmisi teknologi di negara-maju. Hal ini masuk akal, karena untuk mengharapkan negara yang masih memakai tv analog telah dikonversi kabel oleh mereka, satelit dan terestrial fasilitas untuk teknologi televisi digital pada tahun 2010. Dalam proses tersebut, DTV akan mempengaruhi apa yang orang nonton, terutama karena akan menawarkan akses mudah ke Internet dan lainnya bentuk hiburan yang lebih interaktif dari televisi tradisional.

Perkembangan global siaran televisi digital telah memasuki tahap penting dalam dekade mendatang karena terestrial dan satelit pemancar DTV telah diaktifkan, dan konsumen mendapatkan tampilan pertama mereka di HDTV dan SDTV program. Isu-isu berikut mungkin muncul di 2008 dan 2009 di Amerika Serikat:

  • Penerimaan harga – faktor ini terus menjadi komponen kritis seorang konsumen yang sukses dalam difusi DTV. Penjualan DTV telah meningkat secara dramatis di Amerika Serikat sejak tahun 2006, dan harga eceran telah jatuh menjadi kontributor utama dalam tren ini. Pada tahun 2008, harga rata-rata DTV diatur di Amerika Serikat yang akan jatuh di bawah level US $ 800. Beberapa receiver HDTV sudah mencapai harga paro atas dengan model analog sebelumnya (misalnya, HDTV LCD 19-inci untuk kurang dari $ 300, HDTV LCD 32-inci untuk kurang dari $ 600), tetapi display panel datar dengan ukuran layar 43-inci dan masih lebih besar biayanya yang lebih dari $ 1.000. Sebagai cek realitas, kita harus ingat bahwa tahun 2007 rumah tangga penetrasi HDTV set melayang antara 21% dan 32% di Amerika Serikat, jauh dari adopsi universal.
  • Deadline tanggal – Beberapa pembuat kebijakan publik atau privat khawatir bahwa sejumlah besar pemirsa AS mungkin kehilangan sinyal lokal mereka disiarkan pada tanggal 18 Februari 2009. Misalnya, FCC Komisaris Michael Copps lain pada awal 2008 yang menjadi “kekhawatiran terbesar saya adalah untuk over-theair pemirsa yang tidak siap untuk transisi DTV dan bangun tidak ada layanan TV sama sekali pada 18 Februari 2009 “(Eggerton, 2008a, hal 26). Mengembangkan program-program penjangkauan efektif untuk warga dan rumah tangga yang berpendapatan rendah akan pergi jauh untuk memastikan transisi DTV berjalan dengan mulus. Asosiasi Amerika Pensiunan Orang (AARP) menunjukkan bahwa sekitar 40% rumah tangga mengandalkan secara eksklusif pada sinyal siaran terestrial termasuk orang 50 tahun dan lebih tua (Merli, 2008). Sementara beberapa gangguan yang mungkin terjadi pada tanggal 18 Februari 2009, FCC menjelaskan bahwa initenggat waktu adalah “tanggal keras” dan bahwa transmisi siaran stasiun televisi analog pada kekuasaan penuh setelah 17 Februari akan dihukum (Eggerton, 2008a; Robichaux, 2008).
  • DTV – Meskipun penerimaan penerimaan sinyal indoor DTV over-the-air selalu menjadi perhatian dalam transisi DTV, kami optimis menduga bahwa generasi masa depan ATSC DTV tuner akan meningkatkan rasio signal-to-noise dan meningkatkan jangkauan sinyal untuk pemirsa (lihat Dupagne, 2003). Sayangnya, sebuah penelitian di tahun 2008 baru-baru ini mengingatkan kita bahwa masalah penerimaan DTV belum pergi. Centris, sebuah perusahaan riset pemasaran, melaporkan kesenjangan signifikan dalam cakupan DTV seluruh negeri yang bisa mencegah sebanyak 5,9 juta rumah tangga TV dari menerima semua sinyal over-the-air yang mereka lakukan sebelum 18 Februari 2009. Untuk menghindari masalah ini penerimaan, banyak pemirsa yang sekarang menggunakan antena telinga kelinci harus membeli antena outdoor (Furchgott, 2008).
  • Multicasting – Penggunaan berbagai saluran SDTV akan tetap pada agenda ekonomi banyak lokal siaran stasiun dalam dua tahun ke depan. Menurut sebuah studi, “ujar penyiar 57% mereka melihat multicasting sebagai peluang bisnis yang paling terlihat baru untuk industri, depan stasiun Situs web, televisi interaktif, dan video mobile lokal “(Romano, 2008, hal 17). Meskipun kegagalan dari usaha datacasting seperti USDTV dan MovieBeam, sekitar 25% dari stasiun TV penuh daya lokal telah meluncurkan satu atau lebih saluran digital sekunder. Untuk mengatasi kebutuhan ini, beberapa perusahaan menawarkan layanan DTV turnkey-jenis pemrograman, yang memungkinkan penyiaran lokal untuk menyisipkan mereka sendiri dan berbagi iklan persentase dari pendapatan iklan dengan mereka. Misalnya, lokal stasiun yang berafiliasi dengan saluran 24 / 7 film DTV .2 Network akan dapat menambah lokal konten, menerima bintik-bintik barter, dan mendapatkan 30% dari pendapatan iklan nasional tahun pertama, 40% kedua tahun, dan 50% tahun ketiga (Freed, 2007). Selain dari pertimbangan finansial, kendala utama dengan pelaksanaan multicasting tetap keputusan FCC untuk memberikan digital harus dibawa kewajiban hanya pada sinyal video utama penyiaran lokal, bukan pada multicast sekunder sinyal (FCC, 2005).
  • Mobile video – teknologi baru ini akan memungkinkan stasiun TV lokal untuk mengirim sinyal menggunakan mereka spektrum digital ke ponsel dan perangkat genggam lainnya. Merancang teknologi mobile DTV menantang karena “[i] t memerlukan transmisi sinyal kuat untuk kecil, perangkat portable dalam saluran 6 ada DTV MHz, tanpa mengganggu dengan jasa program inti stasiun yang telah menyediakan dengan 19,4 mereka megabits throughput digital “(Dickson, 2007b, hal 13). The ATSC mengeluarkan panggilan untuk proposal teknis pada bulan April 2007 dan diterima 10 submisi untuk standar DTV mobile / handheld (M / H) pada bulan Juni 2007 (Dickson, 2007b). Panitia berharap untuk membuat keputusan pada triwulan pertama tahun 2009. Pada tulisan ini, dua utama mobile sistem DTV, A-VSB (Band Side Advanced-Vestigial) yang dikembangkan oleh Samsung, Rohde & Schwarz, dan Nokia dan MPH (mobile pejalan kaki genggam) yang didukung oleh LG Electronics dan Harris, yang berlomba-lomba untuk kepentingan penyiar (Dickson, 2008a). Berdasarkan tingkat penetrasi ponsel yang tinggi di Amerika Serikat (83%) dan skenario ekonomi, stasiun TV lokal bisa mendapatkan $ 2200000000 dari M / H DTV iklan tahun 2012 (Ducey, et al, 2008.). Dengan biaya start-up sebesar $ 100.000 per stasiun, investasi kolektif untuk memasukkan M / H kemampuan DTV ke pemancar dari 1.700 stasiun TV akan berjumlah sekitar $ 170 juta (Ducey, et al, 2008.).
  • Digital rendah daya televisi – Pada tahun 2004, FCC menetapkan kerangka peraturan terpisah untuk mengatur transisi digital untuk televisi rendah kekuatan hampir 2.300 (LPTV) dan lebih dari penerjemah 4.300 stasiun TV. Terlepas dari status sekunder, komisi menekankan bahwa “Stasiun-stasiun ini merupakan komponen penting dari sistem televisi nasional, memberikan overthe bebas udara layanan TV, termasuk pemrograman yang diproduksi secara lokal, untuk jutaan pemirsa di pedesaan dan diskrit perkotaan masyarakat “(FCC, 2004, hal 19332). Dalam Laporan ini dan Orde, FCC (2004) menyimpulkan bahwa LPTV stasiun, seperti rekan mereka penuh kekuasaan, harus dikonversi ke digital dan memungkinkan mereka untuk baik analog mengkonversi operasi mereka untuk digital pada saluran yang ada analog mereka (Praktek yang disebut “flash-cut”) atau mengajukan saluran digital. Ia menolak untuk menentukan transisi batas waktu, meninggalkan masa depan industri LPTV dalam limbo. Situasi sulit stasiun LPTV mencapai tingkat yang baru di awal 2008 ketika Ron Bruno, Presiden Penyiaran Komunitas Association (CBA), menyatakan bahwa “kotak konverter DTV-ke-analog tidak diizinkan untuk mengandung tuner analog, dan hanya empat dari 37 kotak NTIA-bersertifikat bahkan melewati sebuah sinyal analog ” dan menyinggung ke “kebangkrutan” industri jika situasi ini tidak segera terbalik (Eggerton, 2008d, hal 17). Dalam sebuah surat Februari 2008 untuk industri, Ketua FCC Kevin Martin (2008) mengusulkan bahwa stasiun LPTV menyelesaikan transisi digital pada tahun 2012 dan mendesak produsen untuk menggabungkan analog pass-melalui fungsionalitas pada kotak konverter mereka. Pada bulan Maret 2008, CBA mengajukan gugatan hukum di pengadilan federal untuk memaksa FCC untuk menghentikan distribusi converter kotak yang menghalangi sinyal analog LPTV. Tindakan tersebut juga bisa memperlambat atau bahkan menggagalkan NTIA program converter box.

Di Amerika Serikat, konversi nasional untuk standar televisi digital baru hampir lengkap di awal tahun 2008. Salah satu teknologi konversi yang paling besar dalam sejarah modern akan berlangsung di tengah malam pada 17 Februari 2009. Kebanyakan penyiar, produser program, kabel, satelit dan perusahaan telepon telah membuat konversi mereka untuk DTV dan menawarkan banyak program HDTV untuk pemirsa. Dengan pasar stimulasi yang diberikan oleh pemrograman high-definition, konsumen membeli set HDTV baru di rekor kecepatan. Kotak converter program untuk pemirsa over-the-air di tempat untuk membagikan 33,3 juta kupon untuk kotak yang diperlukan untuk down-mengkonversi program DTV untuk set analog yang lebih tua. pemirsa televisi yang menonton DTV program pada layar lebar mereka yang memiliki kejernihan gambar yang luar biasa, akurasi warna, dan kesetiaan audio. Ini merupakan era baru dalam penyiaran televisi, dan sebagai Wakil Presiden ESPN Bryan Burns mencatat, “Television tidak akan menjadi sebuah dunia 4 􀁵 3 lagi “(Becker, 2007, hal 11).

Sejarah AT&T


Sejarah berdirinya AT&T tak pernah lepas dari sejarah penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada 1875. Selama abad 19, AT&T merupakan induk perusahaan dari Bell System, perusahaan telepon yang didirikan oleh Graham Bell, yang menyediakan layanan telepon terbaik di dunia. Maka dari itu logo AT&T selalu bersanding dengan brandname American Bell. Logo AT&T sendiri secara visual berupa lingkaran yang melambangkan bola dunia, tersusun dari garis-garis dengan efek optis tiga dimensi yang berkesan high technology. Logo tersebut didesain oleh Saul Bass. Secara keseluruhan logo ini merupakan simbolisasi dunia yang dipenuhi komunikasi elektronik. Kemudian pada tahun 1984, AT&T mengalami divestasi dan restrukturisasi perusahaan yang menjadikan perusahaan itu terbagi menjadi 8 perusahaan dengan masing-masing jenis usaha, dan sejak saat itu AT&T menjadi satu perusahaan sendiri yang khusus menangani layanan telekomunikasi terintegrasi serta produsen peralatan telekomunikasi. Turut mengalami perubahan juga pada logo AT&T, yaitu dengan menghapus brandname American Bell dan menggantikannya dengan nama perusahaan yakni AT&T yang dipergunakan hingga sekarang.

Monopoli AT&T

Pada tahun 1968 Kongres Amerika Serikat meluluskan rancangan undang-undang telekomunikasi, yang salah satu efeknya adalah memangkas hak monopoli atas bisnis telekomunikasi AS oleh AT&T. Ini sekaligus membuka peluang bagi perusahaan telekomunikasi lain untuk menjual berbagai jasa komunikasi dan pernik-perniknya seperti layanan telepon jarak jauh, membuat dan memasarkan pesawat telepon, dan sebagainya. Untuk meraih ambisinya dengan cepat, Bell secara agresif melancarkan kampanye penggalangan opini publik Amerika untuk mendukung dikembalikannya hak monopoli telekomunikasi kepada mereka melalui pembuatan undang-undang telekomunikasi baru menggantikan UU tahun 1968. Slogan yang mereka usung singkat tapi bernas: ”kalau tidak rusak, jangan perbaiki”. Artinya, jika sistem yang selama ini berjalan (monopoli) tidak mempengaruhi kinerja layanan kepada pelanggan, janganlah diutak-atik. Melalui slogan tersebut Bell berusaha memainkan rasa takut masyarakat akan perubahan. Ini tidak beda dengan taktik yang digunakan para pengusaha angkutan kereta kuda di masa silam ketika kehadiran kereta api mengancam bisnis mereka, atau bisnis operator radio panggil (pager) yang mengangkat rumor bahaya radiasi ponsel, ketika menyadari kehadiran ponsel bakal menenggelamkan usaha mereka. Masalahnya sekarang adalah Bell memiliki kekuatan pendanaan dan sumberdaya yang sangat besar untuk mempengaruhi pembuat kebijakan. Tak heran jika dalam waktu singkat mereka mendapat dukungan luas dari kalangan politisi dan organisasi-organisasi kuat lain, termasuk serikat buruh telekomunikasi terbesar di negeri itu, Communications Workers of America. Sebagai strategi mereka, Byoir menetapkan tujuan spesifik yakni mengubah opini publik dan dewan legislatif (Kongres) untuk beralih dari mendukung menjadi menentang Bell Bill. Sasaran kunci yang akan mereka garap adalah tenaga kerja, legislator, dan konsumen pengguna layanan telepon. Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi sekutu aktual maupun potensial. Mereka berhasil menemukan dua pihak yang satu hati dan bakal mendukung upaya mereka, yakni Federal Communications Commission (FCC) dan President’s Office of Telecommunication Policy. Keduanya merupakan lembaga idealis yang berusaha mencegah praktek monopoli dalam bentuk apapun. Selain itu, publik yang menaruh curiga dengan kepentingan terselubung Bell untuk menguasai pasar juga terhitung sebagai sekutu potensial buat memerangi ambisi Bell. Byoir juga mendekati media dan organisasi swadaya (LSM) untuk perlindungan konsumen seperti Common Cause. Pukulan pertama mulai dilayangkan pada September 1976 menjelang diselenggarakannya dengar pendapat Kongres tentang Bell Bill. Byoir menyelenggarakan konferensi pers besar di Washington, D.C., mengumumkan penolakan NATA atas Bell Bill disertai alasan-alasan logis penolakan tersebut. Pukulan kedua adalah memulai gerilya penyebaran informasi yang menguraikan bahaya Bell Bill bagi kepentingan negara dan konsumen apabila disahkan menjadi undang-undang. Gerilya tersebut meliputi mempublikasikan artikel dan berita di koran dan majalah-majalah, mengusahakan isu itu diangkat pada siaran radio dan televisi, menyelenggarakan ratusan ceramah dan seminar di seluruh negeri melalui biro juru bicara yang dibentuk khusus, hingga pendekatan tatap muka dengan kalangan wartawan dan redaktur media, dengan mengutus empat staf Byoir untuk melakukan tugas tersebut. Dalam waktu satu tahun sejak kampanye mulai dilancarkan, arus opini publik mulai berbalik arah dari semula mendukung pengesahan Bell Bill menjadi menolak. Para politisi di Kongres yang menyadari hal itu pun mulai berubah sikap. Dari semula 120 anggota Kongres menyatakan mendukung Bell Bill, satu persatu rontok alias membatalkan dukungan mereka. Menyadari hal ini AT&T mulai merasa khawatir, namun masih mencoba bertahan. Mereka bahkan membuat kampanye humas tandingan melalui satu seri iklan televisi yang ditayangkan di jam-jam tayang utama. Pada iklan tersebut Bell mencoba menakut-nakuti konsumen dengan mengatakan bahwa sistem layanan telepon Bell adalah yang terbaik di dunia dan sudah teruji. Apabila pesaing dibiarkan memasuki pasar hal itu hanya akan merusak kualitas layanan yang selama ini dinikmati pelanggan. Salah satu kampanye hubungan masyarakat terbaik sepanjang masa itu memainkan peranan kunci mengakhiri monopoli bisnis selama puluhan tahun yang merusak sendi-sendi ekonomi negara dan mematikan persaingan usaha yang sehat.

HDTV dan HD, sebuah Ilustrasi

Munculnya penyiaran digital menyediakan dua ilustrasi yang sangat baik dari kompleksitas dari organisasi struktur industri media. HDTV yang merupakan sepupu jauhnya radio HD telah mengalami masa sulit menembus pasar karena kebutuhan untuk fungsi organisasi begitu banyak untuk dilayani sebelum konsumen dapat mengadopsi teknologi.

Mari kita mulai dengan yang sederhana: radio HD, teknologi ini memungkinkan ada stasiun radio untuk menyiarkan program mereka saat ini (meskipun dengan setia jauh lebih tinggi), sehingga tidak ada perubahan yang diperlukan dalam area produksi perangkat lunak model. Satu-satunya perubahan yang diperlukan pada jalur lunak adalah radio yang stasiun hanya perlu menambahkan pemancar digital.

Kompleksitas ini terkait dengan perangkat keras konsumen yang diperlukan untuk menerima sinyal radio HD. Satu set perusahaan perlu membuat radio, yang lain harus mendistribusikan radio ke toko-toko eceran dan distribusi lainnya saluran, dan toko-toko dan distributor harus setuju untuk menjualnya. Industri radio Oleh karena itu mengambil peran aktif dalam mendorong difusi radio HD di seluruh jalur hardware. Selain ditayangkan ribuan radio mempromosikan iklan radio HD, industri ini mempromosikan distribusi radio HD di mobil baru (karena begitu mendengarkan radio banyak dilakukan di mobil). Sebagaimana dibahas dalam Bab 10, adopsi radio HD telah dimulai, namun lamban karena pendengar melihat keuntungan pada teknologi baru. Namun, karena jumlah penerima meningkat, penyiar akan memiliki insentif untuk mulai siaran saluran tambahan yang tersedia dengan HD. Seperti dengan FM radio, pemrograman dan penjualan baik penerima harus berada di tempat sebelum adopsi konsumen berlangsung. Juga, seperti dengan FM, teknologi dapat berlangsung puluhan tahun untuk lepas landas.

Analisis unsur sendiri menunjukkan sebuah dimensi menarik-tidak mungkin ada konsumen apapun adopsi teknologi baru sampai semua fungsi produksi dan distribusi dilayani, sepanjang baik hardware dan software jalan. Penelitian ini menambahkan dimensi baru untuk Rogers (2003) teori difusi. titik di mana semua fungsi dilayani telah diidentifikasi sebagai “ambang difusi,” titik di mana difusi teknologi dapat mulai (Grant, 1990).

Hal ini lebih mudah untuk teknologi untuk “lepas landas” dan mulai menyebar jika sebuah perusahaan tunggal menyediakan sejumlah yang berbeda fungsi, mungkin menggabungkan produksi dan distribusi, atau menyediakan kedua distribusi nasional dan lokal.

Istilah teknis untuk memiliki beberapa fungsi dalam suatu industri adalah “integrasi vertikal,” dan vertikal perusahaan terpadu memiliki gelar tidak proporsional kekuasaan dan kontrol di pasar. Integrasi vertikal lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, tetapi, karena “kompetensi inti” yang dibutuhkan untuk produksi dan distribusi begitu berbeda. Sebuah perusahaan yang besar pada perusahaan manufaktur mungkin tidak memiliki sumber daya yang diperlukan untuk menjual produk untuk konsumen akhir.

Masa Depan Media dan Industri Komunikasi


Selama beberapa dekade, koran adalah media massa dominan, pendapatan memerintah, perhatian konsumen, dan kekuasaan politik dan ekonomi yang signifikan. Sebagai dekade pertama abad ke-21 akan segera berakhir, namun, penerbit surat kabar mempertimbangkan kembali bisnis inti mereka. Tercatat koran peneliti Philip Meyer (2004) bahkan meramalkan kematian surat kabar, proyeksi (dengan tersenyum) yang terakhir dicetak pembaca koran akan menghilang pada kuartal pertama 2043.

Sebelum memulai jam hitung mundur, perlu untuk mendefinisikan apa yang kita maksud dengan sebuah Jika “penerbit surat kabar.” penerbit surat kabar didefinisikan sebagai sebuah organisasi yang berkomunikasi dan memperoleh pendapatan dengan mengoleskan tinta di pohon mati, maka prediksi umum Meyer lebih mungkin daripada tidak. Namun, jika penerbit koran didefinisikan sebagai sebuah organisasi yang mengumpulkan berita dan pesan iklan, penyebaran mereka melalui berbagai media yang tersedia, maka penerbit surat kabar harus cukup sehat melalui abad.

Tanggapan Penulis

Perkembangan Industri Komunikasi dan struktur industri sangat pesat, dan semua ini berawal dari lahirnya Perusahaan AT&T di Amerika yang pada awalnya memonopoli perusahaan telekomunikasi maupun komunikasi di Amerika saat itu, namun akhirnya monopoli tersebut berakhir, akan tetapi perusahaan ini terus melebarkan sayapnya ke seluruh negara hingga mencapai Indonesia. Seiring berkembangannya industri, perkembangan juga terdapat pada teknologi komunikasi, dimana salah satunya adalah perkembangan Video HD menjadi HDTV yang memaksimalkan kelemahan yang ada pada Video HD. Kedepannya menurut saya, saya tidak setuju dengan pendapat diatas yang mengatakan bahwa beberapa tahun kedepan koran akan ditinggal oleh masyarakat, pernyataan ini jelas tidak bisa kita pegang, karena jika kita melihat perekonomian warga dunia, tidak semuanya pada garis makmur, namun sebagian masih dibawah garis kemiskinan. Maka dari itu saya tidak setuju dengan pernyataan diatas. Sedangkan bagi struktur industri berkembang dengan sangat baik, karena tanpa perkembangan struktur yang baik, maka perkembangan industri tidak akan sangat pesat dan manajemen industri akan berantakan.

“MY LIFE”

hai guys.

sudah lama saya tidak menulis artikel di blog, terakhir saya menulis di blog adalah 1 tahun yang lalu di blog saya yang satunya lagi, dan hari ini saya ingin mencoba untuk menulis artikel diblog saya yang baru ini.

untuk kali ini saya ingin mensharing ‘kabar’ kehidupan saya sehari – hari dan beberapa pelajaran yang saya dapat yang sudah lama tidak berbagi dengan teman – teman sekalian. sudah 3 semester yang saya lalui di perkuliahan dan berbagai aktivitas di organisasi kemahasiswaan, dan sekarang sudah di pertengahan semester 4, yang sebentar lagi sudah mau menghadapi Mid-test. beberapa bulan yang lalu, lebih tepatnya 4 bulan 22 hari merupakan hari dimana saya mendapat masalah yang berhubungan dengan kehidupan pacaran atau asrama. saya putus dengan pacar saya yang sudah kita jalani selama 3 tahun 1 bulan 25 hari. ya, sejak tanggal 28 september 2007 kita menjalani hubungan ini dan berakhir pada tanggal 23 november 2010. banyak pelajaran yang saya dapat dari masalah ini, bahkan saya sempat nangis beberapa kali karena kejadian tersebut. sejak saat itu, timbul trauma dalam diri yang membuat saya sedikit takut untuk pacaran lagi, meskipun itu harus pacaran dengan orang lain, selain itu, saya juga sedikit takut jika menonton film – film dan sebagainya yang berhubungan dengan soal “Cinta”. namun semua itu mulai berkurang karena support dari beberapa teman saya(thanks guys, kalian telah membantu saat saya mengalami kesulitan).(nanti saya ceritakan dilain waktu)

sampai saat sekarang saya masih menikmati masa “single” saya dan memilih untuk tidak mengejar “cinta yang baru”. disamping itu saya juga menemukan hobi saya yang baru, yakni Fotografi. Fotografi menurut kacamata saya adalah sebuah seni yang melambangkan kenyataan dunia baik itu kenyataan manis maupun pahit. saya sangat menikmati hobi saya ini, bahkan sampai – sampai saya melupakan masalah asmara dan memilih untuk menekuni hobi saya ini. suatu hari saya pernah mengupdate status Facebook saya dengan bunyinya sebagai berikut: “menikmati hobby, fokus kuliah dan kegiatan organisasi seperti sekarang ini jauh lebih baik dan menyenangkan ketimbang bergelut dengan masalah perasaan(asmara). like this….”(hahaha).

kegiatan saya akhir – akhir ini selain sibuk di perkuliahan, saya juga sibuk di organisasi mahasiswa kampus dan menjadi panitia pelaksanaan acara waisak bersama kmb(keluarga mahasiswa buddhis) se-jabodetabek, memang cukup melelahkan, namun itu semua karena saya ingin mendapatkan pengalaman yang tidak pernah bisa dibeli dengan uang.

setiap hari saya lalui dengan kegiatan kuliah, buka stand KMBD(keluarga Buddhis Dhammavaddhana) pada hari kamis dan sabtu, karena kebetulan saya menjabat sebagai pengurus bagian stand, perpustakaan dan inventaris di organisasi tersebut. suka dan duka pun saya lalui, dukanya di “cencengin” terus sama anak – anak KMBD, sukanya itu “cencengin” orang. hahaha. selain itu kalau langit sedang cerah, biasanya saya mengeluarkan senjata saya(maksudnya kamera tercinta saya) untuk mengambil landscape dari atas gedung kos-an saya. jika ditanya apakah saya menikmati kehidupan saya sekarang ini, jawabannya IYA, karena sekarang saya bebas mau berbuat apa, saya bisa melakukan apa yang saya suka, namun yang jelas bersifat positif untuk diri saya.

sekian dari saya, sedikit sharing tentang kehidupan saya sekarang. next time saya akan membahas topik yang lain. terima kasih..:p

Untuk pertama kalinya saya memposting tentang salah satu sejarah perjuangan Negara Indonesia, yakni G30S/PKI. alasan saya memposting salah satu sejarah pahit indonesia ini adalah sejak kecil saya sering penasaran dengan detil kronologi G30S/PKI. saat saya SMP, saya pernah membaca buku yang diberikan ayah saya tentang Kronologi tersebut, namun tetap saja, saya masih penasaran dengan detil kronologi kejadian tersebut. nah hari ini kebetulan saya melakukan searching di Google dan ketemu artikel yang membahas kejadian ini.

(Artikel terbitan 2009) sumber oleh: http://ruanghati.com/2009/09/30/44-tahun-g-30s-pki-antara-sebuah-fakta-atau-rekayasa/

Tepat hari ini 30 September  44 tahun yang lalu Indonesia diguncang suatu tragedi yang sangat memilukan sejarah dan catatan perjalanan bangsa. Para Jendral dan Petinggi Angkatan Darat saat itu dibunuh secara sadis dan tidak berperikemanusiaan.

Hingga akhir kekuasaan rezim Soeharto semua orang percaya bahwa semua itu adalah perbuatan yang diotaki oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dan di pelajaran sejarah pun di catatkan kronologi menurut kepentingan penguasa saat itu. Namun ketika orde reformasi dan tumbangnya rezim orde baru sepeninggal Soeharto dimana kebebasan berbicara terbuka lebar mulailah terkuak satu persatu kejanggalan skenario sejarah yang selama ini dicatatkan.

Dalam buku Sejarah kelas 3 kurikulum 1994 ditulis bahwa PKI yang menjadi dalang peristiwa Gerakan 30 September 1965. Dimana peristiwa itu mengigatkan kita bahwa PKI selalu berusaha mencari kesempatan untuk melakukan Kudeta (perebutan kekuasaan).

Dalam buku tersebut juga disebutkan bahwa Aidit menugaskan Kamaruzaman alias Syam sebagai Ketua Biro Khusus PKI untuk merancang dan mempersiapkan perebutan kekuasaan. Kemudian biro ini melakukan pembinaan terhadap perwira-perwira ABRI diantaranya adalah Brigjen Supardjo dan Letkol Untung dari TNI AD, Kolonel Sunardi dari TNI AL dan Letkol Anwas dari Kepolisian. PKI menyadari bahhwa hambatan untuk mencapai tujuannya adalah TNI AD. Oleh karena itu pada tanggal 30 September 1965 sebelum subuh tanggal 1 Oktober 1965 upaya penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira tinggi TNI AD dilancarkan. Di buku tersebut juga dipaparkan bahwa penumpasan pemberontakan G30S/PKI dilakukan oleh ABRI dan rakyat yang setia kepada Pancasila. Mayjen Soeharto sebagai Panglima Kostrad (Komando Strategi Angkatan Darat) mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kembali keadaan.

Pengambilan jenasah para Jenderal AD di Lubang BuayaPengambilan jenasah para Jenderal AD di Lubang Buaya

Kebutuhan akan rekonstruksi sejarah, yang terasa berkenaan dengan tumbuhnya kebingungan masyarakat awam mengenai sejarah G30S/PKI seperti yang telah mencuat melalui media massa. Ironisnya hampir seluruh informasi baru diekspos oleh media tersebut bertolak belakang dengan buku SMP kelas 3 1994. Pemaparan baru fakta dan opini dibalik G30S/PKI itu pada pokoknya ingin mengubah peran dan posisi Jendral Soeharto terhadap G30S/PKI yakni pemberantas yang cekatan dan jitu menjadi terlibat atau tersangka.

Adapun pemaparan baru tentang fakta dan opini di balik G30S/PKI itu, ingin merubah total peran dan posisi Soeharto terhadap G30S/PKI yakni sebagai sebagai pemberantas yang cekatan dan jitu mejadi terlibat atau tersangka.

Fakta-fakta tersebut antara lain:

1. Pengakuan Kol. A. Latief (gembong PKI) bahwa dua kali ia memberitahukan kepada Soeharto tentang rencana penindakan terhadap sejumlah jendral. Dalam bahasa laten menghadapkan Dewan Jendral kepada Presiden. Namun Soeharto yang pada saat itu Panglima Kostrad tidak mengambil inisiatif melapor kepada atasannya. Dia diam saja dan hanya manggut-manggut mendengar laporan itu. Latief menginformasikan rencana penindakan terhadap pera Jendral itu dua hari dan enam sebelum hari H.

2. Fakta bahwa sebagai perwira tinggi dengan fungsi pemandu di bawah Pangab Jendral A. Yani, Soeharto tidak termasuk sasaran G30S/PKI. Ini bisa dipertanyakan, mengingat strategisnya posisi Kostrad apabila Negara dalam keadaan bahaya. Kalau betul Soeharto tidak berada dalam Inner Cycle gerakan, kemungkinan besar ia termasuk dalam daftar korban yang dihabisi di malam tersebut.

3. Hubungan emosional cukup dan amat dekat Soeharto dengan para pelaku PKI yakni Untung dan Latief sedangkan Sjam termasuk kolega Soeharto di tahun-tahun sesudah Proklamasi.

4. Menurut penuturan Mayjen (Purn) Mursjid, 30 September malam menjelang 1 Oktober 1965 itu pasukan Yon 530/Brawijaya berada di sekitar Monas. Padahal tugas panggilan dari Pangkostrad Mayjen Soeharto adalah untuk defile 5 Oktober.

5. Mayjen (Purn) Suharjo, mantan Pangdam Mulawarman yang sama-sama dalam tahanan dengan Mayor (Purn) Soekardi, eks Wadan Yon 530/Brawijaya menceritakan bahwa surat perintah dari Pangkostrad kepada DanYon 530 itu dalam rangka penugasan yang disinggung Jendral Mursjid tadi, ternyata kemudian dibeli oleh Soeharto seharga Rp 20 juta.

Ratna Sari Dewi (mantan istri Bung Karo) pernah menyatakan: ?Sejak pagi 1 Oktober Soeharto sudah propaganda bahwa pelakunya PKI sepertinya dia sudah tahu semua seakan telah direncanakan. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana ia bisa menguasai Indonesia? Harus diingat system komunikasi saat itu belum seperti sekarang. Teleponnya belum lancar dan tak ada yang punya telepon genggam. Bagaimana dia bisa memecahkan masalah yang terjadi pada malam 30 September dan segera bertindak begitu cepat? Kalau belum tahu rencana G30S/PKI ia tidak mungkin bisa melakukannya.?

Dari kutipan buku Sejarah SMP kelas 3 tersebut diatas dengan pengakuan Ratna Sari Dewi kita dapat menarik menarik kesimpulan bahwa Soeharto sudah mengetahui akan terjadi gerakan 30 September yang dilakukan PKI.

Hal ini dibuktikan, mengapa begitu cepat dia mengambil keputusan dan mengumumkan ke seluruh rakyat Indonesia melalui RRI, bahwa telah terjadi peristiwa penculikan oleh gerakan kontra Revolusioner yang menamakan dirinya G30S padahal, alat komunikasi pada saat itu belum secanggih sekarang.

Fakta-fakta lain yang mampu mengungkap kebenaran ini tidak hanya sebatas fakta internal. Lebih dari itu kebenaran yang mulai terkuak mengejutkan masyarakat awam adalah ternayata Soeharto juga mempunyai hubungan dengan CIA. Hal ini terbukti dengan adanya satu kompi batalyon 454 Diponegoro Jawa Tengah dan satu kompi batalyon 530 Brawijaya Jawa Timur, yang secara terselubung digunakan Soeharto sebagai penggerak.

Soeharto disebut-sebut terlibat dalam peristiwa tragis itu. Oleh saksi dan sejumlah pelaku sejarah , serta sejarawan, dikatakan Soeharto mengetahui rencana penculikan para jenderal tapi tidak berusaha mencegahnya. Itulah salah satu titik kontroversi G30S. Buku yang terbit pertama kali pada 1999 ini menyebutkan ada enam titik kontroversi (hlm. 6-9).

Pertama, siapa dalang gerakan 1 Oktober 1965?

Kedua, mengapa Mayjen Soeharto menghalangi Mayjen Pranoto Reksosamodro menghadap Presiden Soekarno untuk didaulat menjadi Men/Pangad, jabatan yang ditinggalkan Letjen Ahmad Yani?

Ketiga, mengapa Soeharto seolah-olah mengulur waktu untuk merebut Gedung RRI dari tangan G30S?

Keempat, mengapa penggalian mayat para jenderal baru dilaksanakan pada 4 Oktober 1965, padahal lokasinya sudah diketahui pada 3 Oktober?

Kelima, adakah konspirasi antara Letkol Untung Syamsuri (pemimpin lapangan), Kolonel Latief, Sjam Kamaruzzaman, dan Mayjen Soeharto?

Keenam, mengapa Ketua Partai Komunis Indonesia, D.N. Aidit, dibunuh ketika dia tertangkap di Boyolali, padahal kesaksiannya di pengadilan akan sangat membantu untuk menyingkap tabir G30S yang sebenarnya? Yang menarik pada buku ini adalah pengungkapan pertemuan Kolonel Latief dan Soeharto di RSAD Gatot Soebroto beberapa jam menjelang penculikan para jenderal. Waktu itu anak Soeharto yang berusia tiga tahun, Tommy, ketumpahan sup panas dan dilarikan ke rumah sakit itu. Di sana pada sekitar pukul 21.00, Latief menemui Soeharto. Menurut pengakuan Soeharto, dalam wawancara dengan surat kabar Del Spiegel Jerman Barat pada Juni 1970, kedatangan Latief untuk membunuhnya. “Tapi, nampaknya ia tidak melaksanakan berhubung kekhawatirannya melakukan di tempat umum,” ujar Soeharto. Pengakuan Soeharto itu bertentangan dengan jawaban yang diberikan kepada penulis bernama Brachman pada 1968, yang mengatakan bahwa Kolonel Latief datang untuk menanyakan kesehatan anaknya. “Saya terharu atas keprihatinannya,” kata Soeharto (hlm 18). Sementara itu, Latief sendiri mengatakan: “Yang sebenarnya saya pada malam itu di samping memang menengok putranda yang sedang terkena musibah itu, sekaligus saya melaporkan akan diadakannya gerakan pada esok pagi harinya untuk menggagalkan Coup d”Etat dari Dewan Jenderal, di mana beliau sudah tahu sebelumnya.” (hlm 20). Buku ini juga mengungkap kesaksian Boengkoes, yang muncul di media massa setelah Soeharto lengser.

Boengkoes adalah serma pelaku langsung G30S. Saat gerakan berlangsung ia mendapat tugas menangkap Mayjen MT Haryono. Kesaksian Boengkoes dalam buku ini merupakan kompilasi dari wawancara sejumlah media massa, setelah Boengkoes dibebaskan dari LP Cipinang pada 25 Maret 1999. Salah satu poin kesaksiannya adalah bahwa para jenderal itu tidak disiksa terlebih dahulu sebelum ditembak. Ini sangat berbeda dengan yang digembar-gemborkan Orde Baru bahwa para jenderal itu digambarkan disiksa bahkan dikatakan disayat-sayat, apalagi penis dipotong. “Para jenderal itu dipapah sampai bibir sumur baru kemudian ditembak,” ujarnya. Kesaksian Boengkoes mempertegas hasil Selain itu, kata Boengkoes, “Dan tidak benar kalau ada pesta dan nyanyi-nyanyi (seperti film tayangan TV).

Suasana saat itu benar-benar sepi….” Masih ada sejumlah kesaksian pelaku sejarah mengenai G30S, yang menarik untuk
diketahui sebagai perbandingan dengan sejarah G30S versi Orde Baru yang tidak akurat atau sengaja dipalsukan.

Pembahasan Chapter 4

Isu Legal

Industri komputer saat ini sedang menghadapi tantangan yaitu pembajakan software, pencontekan secara ilegal, dan distribusi software secara ilegal. Ini telah menjadi isu ekonomi dimana potensial pendapatan menghilang atau dicuri dan masalah hak cipta intelektual. Pembajakan software merupakan suatu situasi yang sulit dan sangat kompleks. Pada dasarnya peraturan dapat digunakan melawan pembajakan tapi pada prosesnya masyarakat tidak membantu dalam pelaksanaannya. Isu & ndash; isu legal juga berkaitan dengan persetujuan lisensi, terutama dengan jaringan yang menghubungkan banyak komputer di ruang kerja atau sekolah. Masyarakat harus berusaha melindungi dengan sebaik mungkin hasil pemikiran seseorang dan itu sangat mahal harganya.

Y2K

Y2K, yang pada tahun 2000 disebut sebagai Millenium Bug, adalah singkatan dari Year 2 Kilo yang artinya tahun 2000. Nah, apanya sih yang aneh dari tahun 2000 lalu? Toh saat itu nggak kiamat kan? Y2K sendiri adalah kesalahan perhitungan oleh komputer yang disebabkan oleh sistem penyimpanan tanggal yang hanya menyediakan dua digit untuk tahun, dengan asumsi bahwa kedua digit pertama adalah “19”. Sistem ini diterapkan sekitar tahun 60-an dengan tujuan menghemat biaya penyimpanan. Contoh: kalau misalkan tahun 1998, di komputer akan ditulis 98 saja. Kalau 1999, ditulis di komputer 99 saja. Nah, kalau tahun 2000 gimana? Tentunya akan tertulis 00. Inilah yang menjadi kekhawatiran, karena dalam komputer yang menggunakan chip dengan sistem di atas, 00 dianggap sebagai tahun 1900.

Kesalahan ini dikhawatirkan akan menyebabkan bencana besar karena komputer juga digunakan untuk mengatur fasilitas-fasilitas penting seperti PLTN dan pesawat terbang. Sebagai akibatnya banyak perusahaan di seluruh dunia mengadakan pembaharuan di bidang komputer, baik perangkat lunak maupun perangkat keras untuk mencegah hal ini. Walaupun kemudian terbukti bahwa tidak ada bencana besar yang memakan korban jiwa, Y2K menyebabkan cukup banyak kesalahan, misalnya kartu kredit yang ditolak karena masa berlakunya habis tahun 2000, tapi dibaca komputer sebagai 1900.

Intelegensi Buatan

Merupakan pengembangan dari sistem komputer yang menduplikasi bagian terpenting dari manusia yaitu otak. Dalam isu Inteligensi Buatan menyangkut beberapa hal, yakni: Natural Language Processing Merupakan komunikasi antara manusia dengan komputer. Komputer dapat mengerti ‘bahasa’ manusia sebagai suatu perintah (command).

Speech Recognition Adalah bagian dari proses berbicara , membuat komputer menjadi mengerti kata – kata yang diucapkan oleh manusia. Dengan memprogramnya di komputer. Kemudian komputer dapat menjawab. Dapat juga diprogram untuk mengucapkan kata yang diinginkan dengan mengetiknya di keyboard. Komputer dapat juga menganalisa melalui dokumen.

Expert systems Merupakan sistem yang canggih yang dapat membantu di bidang kesehatan, manufaktur,dll. Komputer dapat berpikir dan menentukan suatu keputusan dalam mengerjakan sesuatu dengan diprogram. Dapat membantu dalam hal :

§ Mengisi informasi yang kurang

§ Bekerja dalam bidang dimana masih sedikit orang ahli

§ Mencegah apabila pengetahuan dan pengalaman yang mungkin hilang karena para ahlinya meninggal.

Sistem ini tetapi memiliki kekurangan karena bergantung dari informasi yang diberikan, peraturan yang mengatur sistem ini.

Computer Vision Tempat dimana gambar, yang dihasilkan oleh kamera analog, didigitalkan dan dianalisa oleh komputer. Hal ini hampir sama dengan sistem kerja otak dengan mata manusia. Contohnya adalah robot autonomous di luar angkasa untuk mengeksplorasi suatu planet.

 

Respon

Jika dilihat dari perkembangan teknologi sejak tahun 2000 hingga 2011, menurut saya jika kita tidak teliti dalam pengembangan teknologi, maka akan sangat mudah terjadi seperti kasus Y2K(Year 2 Kilo), dan hal ini sangat berbahaya sekali, mengingat beberapa waktu yang lalu telah terjadi pembocoran berbagai dokumen – dokumen rahasia negara dari WiliLeaks. Disamping itu, perkembangan teknologi membuat lebih mudahnya tejadi berbagai ilegal – ilegal, seperti pembajakan software komputer, perangkat keras dan lain – lainnya. Meskipun semua negara telah memiliki Undang – undang tentang pembajakan teknologi, namun hal itu percuma saja, karena di pasar masih beredar berbagai barang – barang yang non-original. Namun disamping itu, ada beberapa kemudahan yang diberikan seiring berkembanganya teknologi di masa kini, yakni dapat membantu kita untuk mengatasi berbagai kesulitan dalam melakukan setiap hal, baik itu melakukan interaksi, komunikasi dan lain – lainnya, seperti halnya Human Computer Interface yakni penemuan yang membuat manusia dimudahkan dalam perkejaannya dengan komputer, seperti electronics message, copy paste dll. Kemudian Expert System, yakni penasihat komuter. Expert System merupakan program komputer yang membantu di bidang medis, pabrik dan bidang lainnya dan yang terakhir adalah Computer Vision, yakni dapat didefinisikan dengan kemampuan komputer untuk menganalisa mata dan wajah secara digital.

 

Lingkungan Produksi: Personalisasi Komputer, Teknologi Digital, dan Sistem Video Audio

 

Dunia siaran dan nonbroadcast telah dipengaruhi oleh komputer dan teknologi digital. Beberapa dari efek ini telah mencakup sebagai berikut:

• pengenalan sistem audio baru.

• adopsi luas digital dan tapeless sistem rekaman.

• kelahiran ruang berita elektroni.

• kemampuan untuk menciptakan efek visual yang mengagumkan.

• dorongan untuk produksi semua digital.

Fasilitas

Item terakhir bisa dianggap sebagai sebuah evolusi proses. Peralatan digital awalnya harus beroperasi secara analog, namun seiring pertumbuhan semua digital, maka hal tersebut akan membalikkan situasi yang telah terjadi misalnya, sinyal kamera video akan segera didigitalkan dengan model Wifi maupun WLAN. Proses ini akan mengefisienkan operasi tertentu dan bisa membantu melestarikan integritas sinyal video tersebut. Dari keunggulan yang telah berkembang sedemikian pesat membuat para insinyur untuk terus mengembangkan berbagai rancangan fasilitas digital seperti ini. Perkembangan ini juga melengkapi penciptaan fasilitas terintegrasi yang dapat mengikat berbagai Peralatan dan sistem dalam terpusat komunikasi dan jaringan kontrol. Meskipun sistem yang berdiri sendiri ini akan terus digunakan, tren ini sebenarnya menyatukan elemen-elemen, yang mungkin terjadi dengan otomatis dalam sebuah stasiun media massa atau stasiun – stasiun lainnya. meskipun memiliki alat-alat yang kuat, mereka masih membutuhkan input manusia. Untuk sistem grafis, jelas menuntut kreativitas dan kemampuan untuk memvisualisasikan grafis serta keterampilan dan pertimbangan estetika untuk mengeksekusi sebuah produk akhir.

 

Respon

Seperti halnya beberapa pengembangan yang terjadi dalam 10 tahun terakhir ini jelas membuat berbagai hal yang ada didunia ini tersentuh oleh teknologi, seperti halnya yang telah dijelaskan diatas, seperti audio video, sistem desain grafis dan berbagai perangkat sistem komunikasi yang ada. Kemudian disamping itu terjadi konvergensi media yang memudahkan pengguna dalam memenuhi kebutuhan para pengguna.

 

Referensi:

http://www.4shared.com/document/YLQt4FB2/kel_1.html

http://magazinesofthebeginer.blogspot.com/2010/04/y2k-masalah-besar-tahun-2000.html

Materi pertemuan 4 mata kuliah Perkembangan Teknologi Komunikasi binus maya

KONVERGENSI MEDIA

APA ITU KONVERGENSI MEDIA?

Konvergensi, mungkin dalam beberapa tahun ini sering kita dengar, terutama Konvergensi media yang acapkali sering dikaitkan dengan media – media yang berkembang sekarang ini, terutama media yang berkaitan dengan perkembangan Teknologi. Kata konvergensi juga sering digunakan untuk merujuk ke berbagai proses yang berbeda, sehingga terkadang menimbulkan kebingungan. Konvergensi media sendiri memiliki pengertian penggabungan atau menyatunya saluran-saluran keluar (outlet) komunikasi massa, seperti media cetak, radio, televisi, Internet dan sebagianya, dengan teknologi – teknologi portabel dan interaktif, melalui berbagai wadah presentasi digital. Dengan kata lain yang lebih sederhana, konvergensi media adalah bergabungnya atau kombinasi antara berbagai jenis media yang sebelumnya hanya dianggap terpisah dan berbeda (misalnya, handphone dan radio), ke dalam sebuah media tunggal. Pergerakan konvergensi media tumbuh dengan pesat ini dikarenakan berkat adanya kemajuan teknologi akhir-akhir ini, khususnya ketika munculnya Internet dan digitalisasi informasi. Konvergensi media ini menyatukan yang namanya ”tiga-C” (computing, communication, dan content). Jika kita jabarkan di level perusahaan – perusahaan, maka konvergensi ini menyatukan perusahaan – perusahaan yang bergerak di bidang informasi (komputer), jejaring telekomunikasi, dan penyedia konten atau perusahaan – perusahaan penerbit informasi (penerbit buku, suratkabar, majalah, stasiun TV, radio, musik, film, dan hiburan).

Selanjutnya, konvergensi media memungkinkan para profesional di bidang media massa untuk menyampaikan berita dan menghadirkan informasi dan hiburan semakin mantap, karena dengan menggunakan berbagai macam media. Komunikasi yang sudah dikonvergensikan akan menyediakan berbagai macam alat untuk penyampaian suatu berita, seperti satu lembaga media massa yang mendapatkan informasi dapat memberitakan melalui radio, televisi dan media cetak dan lain – lain, dan memungkinkan konsumen untuk memilih tingkat interaktivitasnya, seraya mereka bisa mengarahkan sendiri penyampaian kontennya, dalam artian bahwa semakin berkembangnya konvergensi media, maka pangsa pasar media semakin tersegmentasi. Konvergensi media memungkinkan audiens (khalayak) media massa untuk berinteraksi dengan media massa dan bahkan mengisi konten media massa. Audiens sekarang dapat mengontrol kapan, di mana dan bagaimana mereka mengakses dan berhubungan dengan informasi, dalam berbagai jenisnya. Dalam catatan McMillan(2004), dikatakan bahwa teknologi komunikasi baru memungkinkan sebuah media memfasilitasi komunikasi interpersonal yang terwadahkan secara baik. Ketika internet muncul di penghujung abad ke-21, para pengguna internet dan masyarakat luas masih mengidentikkannya sebagai sebuah ”alat” semata. Berbeda sekali dengan sekarang, yang dimana internet menjadi ”media” tunggal yang berdiri sendiri yang bahkan mempunyai kemampuan interaktif yang sangat baik ketimbang media – media lainnya. Sifat interaktif dari penggunaan media konvergen telah melampaui kemampuan dari umpan balik (feedback) itu sendiri, karena secara khalayak, pengakses media konvergen memberikan umpan balik atas pesan-pesan yang disampaikan dan umpan balik yang diberikan adalah secara langsung, yang berarti konvergensi media dapat menebus batas ruang dan waktu. Karakteristik komunikasi massa tanpa konvergensi media di mana umpan baliknya tertunda menjadi lenyap karena kemampuan interaktif media konvergen itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan baru di dalam melihat setiap fenomena komunikasi massa. Ini disebabkan karena sifat interaktif media komunikasi baru, maka pokok-pokok pendekatan linear (SMCRE = source  message  channel  receiver  /feedback) komunikasi massa terasa kurang relevan lagi untuk media konvergen saat ini.

Dalam konteks yang lebih luas, konvergensi media sesungguhnya bukan hanya memperlihatkan kecepatannya dalam perkembangan teknologi, namun konvergensi mengubah hubungan antara teknologi, industri, pasar, gaya hidup dan khalayak besar yang merupakan pengguna media yang terlah ter-konvergensi. Secara singkat, konvergensi media mengubah bentuk – bentuk perilaku hubungan produksi dan konsumsi, yang di mana penggunaannya berdampak serius pada berbagai bidang seperti ekonomi, politik, pendidikan, dan sosial serta kebudayaan. Perubahan ini ditandai dengan meningkatnya penggunaan media konvergen secara luar biasa dalam beberapa tahun belakang ini, terhitung sejak tahun 2007, konvergensi media telah terjadi.

Sepertinya apa yang dikatakan oleh McLuhan (2005) yang menyebutkan bahwa kelak internet akan membawa masyarakat dunia kepada sebuah konsep “global village” itu terbukti pada saat ini, yakni dimana antar manusia di seluruh dunia dapat terkoneksi satu dengan yang lainnya tanpa adanya batasan apapun. Karena semua informasi dan konten yang disajikan oleh internet pada akhirnya memang masih tanpa batas dan bisa diakses siapapun di penjuru bumi ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dalam Preston (2001), konvergensi media juga memberikan kesempatan baru dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi baik yang bersifat visual, audio, data, dan sebagainya yang dulunya memiliki keterbatasan dan permasalahan. Selain itu, Konvergensi media menurut Terry Flew dalam “An Introduction to New Media” mengatakan bahwa konvergensi media merupakan hasil dari irisan tiga unsur new media yaitu jaringan komunikasi, teknologi informasi, dan konten media. Karena memang pada kenyataannya seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa sudah banyak media massa yang mengadopsi konsep ini. Secara bisnis, para juragan media tentunya akan diuntungkan dengan konsep ini untuk meraup pengiklan di medianya.

DAMPAK DARI KONVERGENSI MEDIA ITU SENDIRI

Dampak Konvergensi Media dan Tekhnologi Komunikasi ini menyebabkan terjadinya perubahan – perubahan dalam gaya hidup sehari – hari , yang diantaranya adalah melalui :

1. Munculnya “gaya hidup digital” dengan penggunaan computer dan LAN secara meluas

2. Meluas / tinggi nya pemakaian internet, aplikasi chatting, e – mail, dll.

3. Munculnya gaya hidup mobile

4. Meningkatkan kualitas hidup kita

5. Terbiasa dengan sesuatu yang instan

6. Persaingan industry yang semakin ketat

7. Fenomena serba elektronik dan “on-line”

Berikut ini merupakan tindakan remaja khususnya siswa yang sering ditemukan. Ada sikap positif dan negatif.

1. Banyak siswa yang mempunyai handphone waktu luangnya banyak tersita untuk smsan atau saling telepon, facebook – an, dll (bukan untuk belajar).

2. Ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung di dalam kelas sebagian siswa / mahasiswa memilih sibuk dengan handphone mereka.

3. Sebagian siswa yang menggunakan alat komunikasi tersebut untuk saling berkomunikasi ketika saat ulangan.

4. Banyak siswa yang menyimpan hal-hal yang berbau pornoaksi dan pornografi.

5. Siswa tidak menjadi “gagap teknologi”, siswa dapat mengikuti perkembangan era teknologisasi dunia dan siswa dapat lebih produktif, efektif dan efisien dalam waktu, energi dan biaya karena ada sarana komunikasi yang memudahkan urusannya.

6. Siswa dapat mencari materi dengan melakukan searching lewat handphone meskipun berada dalam lingkungan kelas saat jam pelajaran tanpa perlu ke laboratorium TIK.

TANTANGAN KEHADIRAN KONVERGENSI MEDIA

Seiring berkembangnya konvergensi, hal ini menjadikan sebuah tantangan dalam kebijakan penyiaran. perubahan teknologi merupakan fitur utama dari industri media, namun pergeseran dalam teknologi dan munculnya pasar media baru telah menciptakan berbagai ketidakpastian yang baru pula. Kecepatan perubahan teknologi media yang tidak bisa dibatasi dan komunikasi dapat meningkat di masa depan. Misalnya, konsekuensi kebijakan penyiaran yang murah, di mana – mana, jaringan broadband internasional akan jauh menjangkau. Teknologi memiliki konsekuensi perubahan untuk daerah tertentu yang banyak memiliki media peraturan, akses ke spektrum, definisi layanan televisi digital, kepemilikan dan kontrol, dan regulasi konten. Konvergensi jaringan telekomunikasi, jaringan distribusi media, dan internet selama beberapa tahun terakhir ini memunculkan pertanyaan penting tentang mana lokus kontrol harus berbohong berkenaan dengan konvergensi jaringan saat ini, tingkat kontrol bahwa pemerintah dan orang lain harus menggunakan, dan hubungan antara hukum nasional dan internasional. Untuk saat ini, rezim peraturan telah diperlakukan tiga modus komunikasi yang sangat berbeda. Pertama, hukum telah diperlakukan transmisi suara dan data melalui jaringan telepon tradisional yang tunduk pada peraturan nasional substansial dan koordinasi internasional tertentu. Kedua, hukum telah mempertimbangkan konten ditransmisikan melalui jaringan segudang adalah tunduk pada rezim hukum media yang terpisah. Ketiga, komunikasi melalui jaringan berbasis protokol internet telah, dalam sejarah, sering ditinggal sebagian besar tidak diatur, karena berbagai alasan, dalam arti terus terang hukum, tetapi tunduk pada jenis formal kurang dari peraturan oleh perusahaan swasta dan publik. Pertumbuhan pentingnya dan ruang lingkup internet, serta kemampuan tumbuh untuk mengirimkan data stream yang kaya melintasi batas-batas geografis, teka-teki hadir untuk hukum dengan menyebabkan konvergensi teknologi dan menantang negara bangsa yang tua berdasarkan peraturan rezim. Ada beberapa isu yang mempengaruhi pilihan kebijakan yang mengatur jaringan komunikasi tradisional dan teknologi berbasis protokol internet. Kepala di antara isu-isu ini adalah apakah hukum telekomunikasi dan media dan kebijakan yang harus diterapkan untuk teknologi berbasis internet seperti apa adanya; apakah aturan telekomunikasi dan media harus disesuaikan dengan lingkungan baru dan kemudian diterapkan pada teknologi konvergen, atau apakah peraturan rezim terpisah harus ada untuk menutupi dua jenis jaringan yang berbeda. Perubahan teknologi komunikasi membutuhkan tanggapan kebijakan.

sebagai mahasiswa Jurusan Marketing Communication, Binus University, saya ingin share pendapat dan tanggapan saya tentang salah satu permasalahan yang terjadi dalam negeri ini.

pemberitaan media australia, apa yang seharusnya kita lakukan?, dan bagaimana kita menyikapinya?, menurut saya, sebagai warga negara Indonesia dan sebagai warga yang memiliki jiwa nasionalisme, seharusnya kita berlaku cerdas, kita tidak boleh menerima suatu pemberitaan itu secara mentah – mentah baik itu dari pihak mana pun, namun kita harus mencermati tentang isu tersebut, terkadang kita sebagai warga negara Indonesia terlalu gampang untung menerima setiap informasi yang masuk ke telinga kita, ketika kita menerima informasi tersebut, seharusnya kita tidak langsung berburuk sangka, kita harus mengikuti pemberitaan tersebut, apakah ini hanya sebuah isu belaka, atau benar – benar sebuah fakta, jika hanya sebuah isu belaka, kita seharusnya mensupport pemimpin kita agar dia selalu tegar dalam menghadapi setiap permasalahan yang menjadi di negara kita ini, dan kita sebagai warga negara Indonesia seharusnya memberlakukan demokrasi secara benar. Dan jika isu tersebut adalah benar, maka kita sebagai warga negara yang berjiwa nasionalisme bersama – sama menyelesaikan penyelewengan yang dibuat oleh pemimpin kita, kita bersama meminta pertanggung jawaban atas perbuatannya dengan melalui sebuah musyawarah atau pertemuan secara baik – baik, bukan melalui demonstrasi yang bersifat anarkis. Namun upaya tersebut hanyalah sebuah kahayalan belaka, karena faktanya sebagian besar dati kita selalu berpikiran negatif terhadap pemerintahan kita, saya akui itu wajar, karena sebelumnya pemerintahan kita terlalu banyak berbaur dengan yang namanya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, namun sebagai warga negara yang baik dan memiliki jiwa nasionalisme, kita seharus mengembangkan pemikiran positif terlebih dahulu. Kemudian saya juga ingin menyinggung beberapa media massa yang memberitakan hal tersebut secara “lebay”, karena bagi saya sebagai mahasiswa komunikasi pemasaran, seharusnya media massa tidak seharusnya menyikapi hal tersebut secara lebay dan dibesar – besarkan, memang kita boleh memiliki sikap kritis terhadap segala informasi yang akan diberitakan, namun bukan “dilebay – lebaykan”, karena efek yang dibuat oleh media sangat besar pengaruhnya bagi masyarakat, dan membuat masyarakat tidak percaya lagi terhadap kinerja pemerintah, sehingga pemerintah menjadi tidak didukung oleh masyarakat, seharusnya media massa sebagai bagian dari warga negara indonesia dan berjiwa nasionalisme harus memberitakan suatu informasi dengan kewajaran, seperti pemakaian tata bahasa yang baik dan sesuai dengan kondisi informasi yang didapatnya, bukan memakai tata bahasa yang “dilebay – lebaykan”, sehingga menimbulkan buruk sangka terhadap pemerintah, sikap positif yang harus kita tunjukan sebagai warga negara indonesia sangatlah perlu, karena kita tidak akan gampang diprovokasi oleh negara – negara yang iri atas kemajuan negara kita. Jadi sebagai warga negara indonesia yang berjiwa nasionalisme, seharusnya kita mempertahankan serta menjaga kedaulatan negara kita, jangan sampai kita diprovokasi oleh negara – negara lain. Kita juga harus bersikap positif terhadap segala informasi yang kita terima dari pihak manapun juga.

Information and Communication Technologies (ICT), merupakan terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. ICT mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi, namun kita hanya membahas tentang teknologi komunikasi, karena hal ini berkaitan dengan topik yang kita bahas (Online vs. Face-to-Face Deliberation: Effects on Civic Engagement). Teknologi Komunikasi sendiri adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah ICT muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 ICT masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

Begitu juga dengan saat kita melakukan musyawarah, secara tidak langsung sudah tersentuh oleh Teknologi Komunikasi. Beberapa dekade yang lalu, musyawarah harus dilakukan dengan tatap muka, dan cara ini dianggap yang paling efektif, namun seiring perkembangan ICT, maka muncullah suatu metode musyawarah yang baru, yakni Musyawarah melalui online, dalam hal ini, pengguna atau user tidak perlu harus tatap muka, dan pengguna bisa dimana saja melakukan musyawarah bersama rekan – rekannya, baik itu rekan kerja, rekan organisasi dan sebagainya. Namun jika berbicara keefektifan musyawarah dijaman yang serba ICT, maka keefektifan musyawarah tatap muka harus dipikir dan dipertimbangkan ulang lagi, karena munculnya musywarah online jelas menggoyahkan keefektifan musyawarah tatap muka. Maka dari itu, salah satu universitas Komunikasi terkemuka, yakni Ohio State University melakukan riset tentang keefektifan musyawarah secara online dan secara tatap muka.

Dari kesimpulan dan hasil riset tersebut, didapat kesimpulan bahwa kedua metode musyawarah sama – sama memiliki keefektifan, namun seiring perkembangan ICT, maka untuk jaman ini, keefektifan musyawarah secara online lebih mendominasi, ini diakibatkan oleh masyarakat yang sudah tidak asing dengan teknologi yang berkembang sekarang ini. Namun dari kesimpulan penelitian ini mengatakan jika seorang user tidak dibekali dengan pengetahuan akan ICT, maka musyawarah online tidak berlangsung efektif, karena adanya keterbatasan kemampuan dalam menggunakan teknologi yang ada.

Dari hasil penelitian tersebut, saya dapat merespon bahwa untuk saat ini, musyawarah secara online paling efektif, karena hampir sebagian besar masyarakat dunia sudah dibekali dengan kemampuan ICT yang baik, maka tidak salahnya bahwa musyawarah secara online adalah yang paling efektif, selain akan keefektifannya, musyawarah secara online memiliki keefisienannya, ini bisa kita lihat saat seseorang dengan berbagai kesibukannya, sehingga tidak bisa hadir dalam musyawarah maupun rapat secara tatap muka, maka dengan begitu, orang ini dapat mengikuti rapat secara online, ini salah satu kelebihan dari musyawarah online, ini berarti musyawarah online telah dapat menebus ruang dan waktu. Selain itu, keunggulan dari musyawarah online adalah musyawarah ini tidak harus dilakukan disebuah perangkat komputer, namun bisa dilakukan melalui telepon genggam, karena sekarang ini, hampir semua telepon genggam, telah dilengkapi dengan fitur – fitur canggih, salah satunya fitur “chatting”. Dengan berbagai keunggulan yang ada pada musyawarah online tidak menutupi bahwa musyawarah online tidak memiliki kelemahan, justru kelemahan ini membuat musyawarah online menjadi tidak efektif. Salah satu kelemahannya adalah ketika masyarakat yang tinggal di pedesaan yang sangat jarang bahkan tidak pernah disentuh oleh perkembangan ICT akan kesulitan menggunakan musyawarah secara online, disinilah yang membuat musyawarah online menjadi tidak efektif dan “mati”. Selain itu, kelemahan dari musyawarah online sendiri adalah jika adanya gangguan jaringan, seperti gangguan jaringan internet dan lain – lainnya, maka ini membuat musyawarah online menjadi tidak efektif juga.

selain beberapa respon saya tentang kelebihan dan kelemahan musyawarah online, saya juga ini memberi respon saya tentang kelebihan dan kelemahan musyawarah tatap muka, kelebihan dari musyawarah tatap muka adalah seorang komunikator atau speaker dapat secara langsung melihat dan mendengar respon atau feedback pesan non-verbal dari komunikannya. Selain itu kelebihan musyawarah tatap muka dapat dilakukan tanpa dipengaruhi oleh ICT, dari dua kelebihan yang saya paparkan adalah yang paling mendukung keefektifan musyawarah tatap muka. Musyawarah tatap muka juga memiliki kelemahan, yakni seperti kelebihan dari musyawarah online, yakni ketidak seseorang sibuk, maka orang itu tidak dapat hadir dalam rapat atau musyawarah tersebut, dari sini kita dapat melihat bahwa, kelemahan diantara salah satu metode musyawarah dapat ditutupi oleh kelebihan metode musyawarah lainnya, inilah yang membuat kesimpulan dan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh School of Communication Ohio State University yang menyatakan bahwa Penelitian perbandingan musyawarah online dan musyawarah tatap muka harus berusaha untuk menetapkan kemiripan maksimum untuk pengaturan eksperimental dari dua kelompok tersebut. hal ini juga akan membantu untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara musyawarah online dan musyawarah tatap muka. Selain itu juga, kita dapat membandingkan sifat musyawarah online dan musyawarah tatap muka yang sedikit disentuh dalam penelitian ini yang kelak akan menjadi agenda penelitian yang menarik.

Pendapat saya terakhir adalah, seiring perkembangan ICT, maka musyawarah online dapat dikembangkan lagi untuk kebutuhan orang banyak, terutama yang sangat sibuk dengan aktivitasnya dan kerjaanya sehari – hari, sehingga ini sangat membantu sekali dikemudian hari.

thesis link: http://jcmc.indiana.edu/vol12/issue4/min.html

Datang Karena Kagum

Kegiatan puja bhakti adalah kegiatan yang sangat baik. Selain bisa menambah kamma baik, juga dapat meningkatkan pengetahuan dan pengertian tentang Dhamma. Hanya saja kegiatan ini sering disalahartikan. Dengan jadwal yang hanya seminggu sekali, ada saja yang merasa keberatan. Kalau ditanya, alasannya: sibuk. Alasan yang klise.

Biasanya kalau orang menjawab begitu, saya akan mengatakan dia “sungguh luar biasa”. Lihat saja sebagian besar pejabat negara kita. Dalam sehari mereka bisa melaksanakan sholat lima kali. Padahal sibuknya luar biasa. Bapak Presiden kita juga demikian. Tetap menjalankan ibadah yang sama walaupun acaranya sangat padat. Kalau kita, umat Buddha, berpuja bhakti seminggu sekali saja sudah merasa sibuk, berarti jadwal kita lebih padat dari seorang presiden!

Ada yang lebih parah. “Ke vihãra atau tidak, sama saja. Di vihãra kita toh baca paritta, di rumah juga kan bisa,” begitu kilah mereka. Mereka ini adalah orang yang tidak mengerti manfaat dan fungsi datang ke vihãra.

Sebetulnya kita datang ke vihãra harus didasari oleh rasa kagum. Ya, rasa kagum kepada Sang Buddha. Kita (seharusnya) datang karena mencari Sang Buddha. Ada yang tidak datang lagi ke vihãra dengan alasan pemuda vihãra cuek. Sebagai umat baru, dia merasa tidak diperhatikan. Ada juga yang tidak mau datang karena (katanya) Bhikkhunya sombong.

Kita ke vihãra ‘kan untuk mencari Sang Buddha. Bukan cari pemuda vihãra atau cari Bhikkhu. Kalau orang sudah memahami hal ini, berarti ia telah merasakan manfaat ikut Agama Buddha.

Kita harus kagum karena kita sudah mengerti ajaran-Nya, walaupun mungkin masih sedikit. Bagaimana bisa lebih mengerti kalau tidak mau ke vihãra? Membaca paritta di rumah memang menambah kamma baik, tapi tidak menambah pengertian kita. Untuk itulah perlu ke vihãra. Di vihãra kita juga bisa bertemu dengan teman-teman dan berbagi pengalaman, baik pengalaman biasa ataupun yang berkaitannya dengan Dhamma. Misalnya, ada yang bercerita bahwa sebelum kenal Agama Buddha dia suka marah-marah. Tapi sekarang bisa jadi tenang. Ada juga yang bercerita kalau dulu di sekolah dia bodoh sekali. Ujian tidak pernah lulus. Sekarang cerdas, ujian bisa lulus terus. Soalnya sudah mengenal ajaran Sang Buddha. Berbagi pengalaman dan kesaksian seperti ini sangatlah perlu.

NONTON FILM

Kalau kita sering ke vihara keyakinan akan Dhamma dapat terbangkitkan. Jika ajaran Sang Buddha dipraktekkan, lalu terbukti maka kita akan bahagia. Satu contoh misalnya, seorang istri tetap tenang ketika tangan suaminya putus dipotong penjahat. Sebab sang istri sudah punya konsep Agama Buddha dan juga sering meditasi. Dengan tenang ia memegang dan membungkus tangan suaminya. Kemudian membawanya ke rumah sakit. Pikirnya, bila ia pingsan, juga adik dan kakaknya ikut pingsan, siapa yang akan membawa suaminya ke rumah sakit. Darah suaminya akan terus mengucur sehingga dapat menyebabkan kematian. Nah, orang seperti ini kalau bercerita di vihãra akan dapat menumbuhkan rasa kekaguman terhadap ajaran Agama Buddha.

Ibarat menonton film. Misalnya, film seri tv. Sering gara-gara film di tv, vihãra menjadi sepi. Apalagi jika film tersebut diputar pada hari di mana diadakan puja bhakti. Banyak yang tidak datang. Nah, mengapa tiap hari orang masih sempat nonton film seri tv padahal mereka sibuk? Jawabannya, karena mereka kagum. Walaupun kadang mereka harus mengeluarkan air mata. Begitu pula dengan Agama Buddha. Kalau sudah kagum maka pasti minimal tiap hari Minggu orang akan datang. Orang kagum tentu ada alasannya. Apa sih alasan belajar Agama Buddha? Karena Agama Buddha bisa dirasakan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dasar Agama Buddha adalah kenyataan bahwa setiap saat kita selalu punya perasaan kecewa (dukkha). Agama Buddha mengatakan hal ini bukan karena pesimis terhadap kehidupan. Bukan juga optimis. Tapi karena Agama Buddha bersifat realistis, nyata, dan dapat dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari. Berpisah dengan yang dicintai- entah orang, barang, atau hal lain- dan berjumpa dengan yang dibenci. Juga ketika kita menginginkan sesuatu tetapi tidak terpenuhi. Semua itu membuat kecewa. Contoh nyatanya, dalam puja bhakti. Saat membaca paritta, ada yang ingin cepat-cepat, tapi kenyataannya yang lain malah pelan. Atau sebaliknya. Pula dalam bermeditasi, ketika kaki kita kesemutan. Pasti timbul kekecewaan.

Bila kita rajin mengamati gejala kehidupan, sebetulnya pengalaman tentang ajaran Sang Buddha selalu ada setiap saat. Semua pasti pernah kecewa. Kita akan melihat sebenarnya sumber kekecewaan itu adalah pikiran. Dari pikiran bisa muncul berbagai keinginan. Dari situ akan timbul kekecewaan.

MEDITASI DAN PIKIRAN

Dalam Agama Buddha diajarkan bagaimana cara menyesuaikan pikiran. Kita tidak mungkin mampu mengubah kenyataan, tapi kita bisa mengubah cara berpikir kita. Misalnya, kita ikut ujian dan tidak lulus. Kita tidak mungkin mengubah kenyataan ini. Tidak masuk akal dengan mengempeskan ban mobil dosen atau mengancamnya lalu kita jadi lulus. Tapi pikiran bisa disesuaikan supaya bisa menerima kenyataan itu. Lalu, belajar lebih giat supaya bisa lulus.

Sedikit demi sedikit kita mencoba mengatasi keinginan yang timbul dari pikiran. Belajar meditasi merupakan bagian dari latihan mengendalikan pikiran. Saat duduk diam bermeditasi muncul pikiran bosan. Timbul kegelisahan dalam diri kita. Tetapi jika sudah bisa mengendalikannya, kita akan tetap tenang. Malah timbul pikiran, inilah kesempatan untuk mengendalikan pikiran. Tetap konsentrasi, berusaha memusatkan perhatian pada satu obyek tertentu. Menyadari gerak pikiran. Bila pikiran lari ke arah lain, usahakan menariknya kembali pelan-pelan ke obyek semula. Begitu seterusnya sehingga lama-kelamaan pikiran bisa dikendalikan dan ketenangan pun dapat diperoleh.

Dengan rajin meditasi kita akan selalu sadar. Kita bisa melihat bahwa hidup ini tidak kekal. Baik itu badan, pikiran, atau hal lainnya. Misalnya, seperti yang telah disebutkan di depan, yaitu pada saat meditasi kaki kita kesemutan. Tapi kesemutan tidak kekal, tidak berlangsung selamanya. Pasti akan hilang. Belum dan tidak ada orang yang menjadi lumpuh karena meditasi.

Meditasi adalah latihan. Prakteknya, dalam kehidupan sehari-hari. Sama halnya dengan latihan karate. Karate dipakai bukan pada waktu latihan saja, tapi juga untuk bela diri di luar latihan bila diperlukan. Soalnya kalau hanya dipakai pada saat latihan saja, bagaimana ketika ada yang akan mengganggu. Apakah kita akan menyuruhnya menunggu sampai waktu latihan? Tidak mungkin.

Begitu juga dengan puja bhakti. Dalam puja bhakti yang diadakan selama satu atau dua jam kita diajarkan untuk berbuat baik. Apakah itu berarti hanya selama puja bhakti saja berbuat baik, sedangkan sesudahnya bisa mencuri, membunuh, atau menipu orang? Tidak kan?!

Dengan memahami segala sesuatu adalah tidak kekal maka pikiran akan terbebas dari kemelekatan. Kita akan selalu siap menghadapi kenyataan ketika apa yang kita inginkan tidak terpenuhi. Setelah menyadari hal ini maka kekecewaan pun akan hilang.

Sesungguhnya inilah salah satu garis besar ajaran Agama Buddha. Bahwa untuk mengatasi kekecewaan, kita harus mencari sumbernya dulu yaitu pikiran. Untuk mengatasinya bisa dengan latihan meditasi. Kalau sudah bisa membuktikan hal ini, maka yang muncul adalah kebahagiaan. Bukan lagi kekecewaan. Dalam diri akan timbul rasa kagum terhadap ajaran Sang Buddha. Kita takjub dan bergumam, “Kok ada ajaran yang bisa mengatasi kekecewaan?! Hebat sekali!”.

Selanjutnya kita akan jadi lebih sering ke vihãra dan sering mendengarkan serta berdiskusi Dhamma. Datang ke vihãra bukan lagi untuk bertemu teman, pengurus, atau Bhikkhu, tetapi untuk mencari (ajaran) Sang Buddha. Tentunya karena didasari oleh kekaguman kita.

Keyakinan terhadap Dhamma itu seperti sebatang pohon. Kalau terus dipupuk dan disirami, akan tumbuh. Sebaliknya bila tidak, bakal mati. Orang yang tidak pernah datang ke vihãra seperti pohon yang mati, karena tidak pernah disirami dengan Dhamma. Dia juga tidak pernah dipupuk dengan diskusi Dhamma, sehingga keyakinannya tidak kuat.

Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menumbuhkan rasa yakin terhadap ajaran Sang Buddha dan mempraktekkan Dhamma. Sebab bila melaksanakan Dhamma maka kita akan terlindung oleh Dhamma itu sendiri.

dari: http://www.samaggiphala.or.id